sore itu di dalam kereta subway…
transportasi umum kereta bawah tanah di kota seoul ini memang cukup nyaman
segala tempat sudah bisa dijangkaunya..
jalur subway di seoul ada 9 warna (baca:line-red)
cukup pusing untuk mengingatnya..
tak perlu diingat kalau anda bs membaca tulisan kotak2 itu..
haraboji (sebutan kakek tua in korean) itu masuk di kereta yg sama dengan kita
dia duduk di kursi untuk org tua renta, hamil atau cacat.
dia tampak panik setelah kereta jalan 2 perhentian..
bicara dgn logat nya terpatah2 dengan gadis korea di samping nya..
si gadis berjas cm memandangnya dgn dingin
padahal si kakek sudah berdiri dgn susah payah mendekatinya di saat kereta itu melaju kencangnya…
—————
lelaki itu tiba2 berdiri menghampiri si kakek
menanyakan mau kemana tujuan akhir si kakek
peta subway di dalam subway terlalu tinggi untuk si kakek
dan tulisannya terlalu kecil untuk mata nya..
lelaki itu mencari dengan teliti dimana daerah yg kakek tuju
aaahhhh ~
ternyata daerah di line orange..
subway yg kami naiki biru warna line nya..
kakek itu harus transfer nantinya..
——-
“seoul station” kata lelaki itu..
masih 5-6 station lagi sepertinya.
si kakek tak berhenti tersenyum dan berterima kasih
lelaki itu duduk kembali di samping gadisnya..
———————————
1 stasion sebelum seoul station, lelaki itu berdiri kembali
menghampir si haraboji dan menyuruhnya bersiap2..
haraboji segera bersiap2..
dia tampak panik karena nanti harus transfer
tanya panjang lebar pada sang lelaki itu..
lelaki itu menjelaskan kembali ke arah mana haraboji itu harus transfer..
—-
suara kereta sudah mengumumkan kalau kita akan tiba di seoul station, beberapa orang sudah berdiri karena hendak turun di sana juga..
lelaki itu langsung bertanya2 ke org2 yg berdiri itu..
ahh~ ternyataaa lelaki itu mencari orang mana yg searah dgn si kakek
1,2,3,4 orang sudah ditanya nya.. arahnya berbeda—
lelaki itu panik..
mencari ke pintu lain dan tanya lagi, tanya lagi…
5,6,7..
akhirnya ada perempuan muda yg ternyata searah dgn si kakek..
lega lah lelaki itu..
dia berlari ke arah si kakek.. menyuruhnya mengikuti perempuan itu..
dia jg berpesan pada perempuan itu untuk mengantarkan kakek sampe ke kereta berikutnya..
akhirnya waktunya kakek itu turun.. menunduk berkali2 mengucapkan terima kasih pada lelaki itu..
beberapa kali menepuk pundak lelaki itu..
menunjukan betapa bangganya dia akan kebaikan lelaki itu..
——
aku boleh berbangga..
lelaki itu adalah lelaki-ku ^^*























